Wujudkan Demokrasi yang Sejuk, Kabupaten Subang Gelar Deklarasi Damai Pilkades Serentak 2026
SUBANG – Pemerintah Kabupaten Subang memperkuat komitmen untuk mewujudkan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades)Serentak Tahun 2026 yang aman, tertib, dan kondusif. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Silaturahmi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) bersama para calon kepala desa, panitia Pilkades, serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD), yang dirangkaikan dengan Deklarasi Damai Pilkades Serentak Kabupaten Subang Tahun 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.IP., bersama Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, S.Si., M.M., dan berlangsung di GOR Gotong Royong Subang pada Rabu (28/10/2026).
Deklarasi damai ini menjadi salah satu upaya untuk membangun komitmen bersama seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Pilkades. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini bertujuan menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat selama seluruh tahapan pemilihan berlangsung.
Pada tahun 2026, Kabupaten Subang dijadwalkan menyelenggarakan Pilkades Serentak di 165 desa yang tersebar di 28 kecamatan, dengan total 630 tempat pemungutan suara (TPS). Jumlah penduduk potensial pemilih sementara tercatat sebanyak 751.939 orang. Pelaksanaan pemungutan suara dijadwalkan pada Minggu, 6 Desember 2026.
Dalam sambutannya, Bupati Subang yang akrab disapa Kang Rey menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan komitmen untuk menyukseskan penyelenggaraan Pilkades Serentak Tahun 2026.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan Pilkades membutuhkan kerja sama, koordinasi, serta tanggung jawab bersama dari pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, panitia penyelenggara, para calon kepala desa, dan masyarakat.
Terkait metode pemungutan suara, Bupati Subang menjelaskan bahwa pelaksanaan Pilkades yang semula direncanakan menggunakan metode manual dan digital akan mengikuti arahan Gubernur Jawa Barat untuk menggunakan metode digital secara keseluruhan. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan kesiapan untuk mendukung penyediaan sarana dan prasarana yang diperlukan.
Bupati Subang juga mengingatkan seluruh calon kepala desa, panitia, dan pihak terkait agar senantiasa menjaga keamanan serta kondusivitas wilayah selama tahapan Pilkades berlangsung. Ia menekankan bahwa perbedaan pilihan merupakan bagian yang wajar dalam proses demokrasi dan tidak seharusnya menjadi penyebab perpecahan di tengah masyarakat.
Menurutnya, persatuan dan kerukunan masyarakat harus tetap menjadi prioritas, terlepas dari perbedaan pilihan maupun hasil pemilihan nantinya.
Ia turut mengingatkan bahwa siapa pun yang terpilih sebagai kepala desa nantinya memiliki tanggung jawab untuk melayani masyarakat, membangun desa, serta berkontribusi terhadap kemajuan Kabupaten Subang.
Melalui momentum Pilkades Serentak Tahun 2026, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi sekaligus mendukung lahirnya pemimpin desa yang amanah, berintegritas, dan mengutamakan kepentingan masyarakat.
Sebagai bentuk komitmen bersama, Bupati Subang, Wakil Bupati Subang, Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, unsur Forkopimda, serta perwakilan calon kepala desa turut menandatangani Deklarasi Damai Pelaksanaan Pilkades Serentak Kabupaten Subang Tahun 2026.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh unsur Forkopimda Kabupaten Subang, Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMPD) Kabupaten Subang, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D), para camat dan unsur Forkopimcam se-Kabupaten Subang, para calon kepala desa, ketua panitia Pilkades, serta ketua BPD dari berbagai desa di Kabupaten Subang.
Melalui deklarasi damai ini, diharapkan seluruh tahapan Pilkades Serentak Kabupaten Subang Tahun 2026 dapat berjalan dengan lancar, aman, dan demokratis. Semangat kebersamaan serta komitmen menjaga persatuan diharapkan menjadi landasan bagi masyarakat dalam menentukan pemimpin desa demi terwujudnya pembangunan dan kesejahteraan bersama.
Bagikan Berita Ini