• wantilandesaid@gmail.com
  • 0851-5621-8436
News Photo

Tertarik Membuka Usaha Ayam Potong? Perhatikan 10 Hal Ini

Ayam potong merupakan salah satu bahan pangan yang bisa diolah kedalam berbagai menu masakan khas nusantara yang begitu enak dan menggoda bukan? Hal inilah yang kemudian menjadikan ayam potong seolah tidak pernah lepas dari bahan pangan wajib yang harus tersedia. Dari sisi bisnis, sebenarnya komoditas ini mampu dilihat sebagai ladang usaha untuk meraih keuntungan yang berlimpah dengan membangun usaha ayam potong.
Namun tentu saja ketika berupaya untuk memulai usaha ayam potong, tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Ada beberapa hal yang harus dipahami di dalamnya yang bertujuan untuk membuat bisnis tersebut menjadi lancar dan meminimalisir kerugian.
Nah apa saja kiranya tips, himbauan dan trik usaha ayam potong untuk mencapai keuntungan? Berikut adalah uraiannya!
1. Mempersiapkan Modal Pendanaan Awal
Hal yang paling dasar dari memulai usaha ayam potong adalah mampu dan memperhatikan modal pendanaan awal. Modal pada awal bisnis menjadi salah satu hal yang penting sekali dalam berbisnis, karena ini akan mempengaruhi jalannya bisnis kedepannya. Misalnya saja modal pendanaan dari hutang, modal pribadi, jumlah yang besar atau kecil, itu mempengaruhi bisnis.
2. Memperhatikan Tempat Pengembangannya
Ketika melakukan bisnis ayam potong maka hal yang harus dijadikan perhatian lainnya adalah mengenai tempat pengembangannya.
Dimana maksudnya adalah jangan sampai tidak memperhatikan lokasi budidaya ayam yang ada hingga penempatannya sembarangan. Misalnya saja memilih membuka tempat pengembangan di halaman rumah yang kecil, selain tidak efisien itu akan menghambat pengembangan juga mengganggu lingkungan.
3. Memastikan Bibit Unggulan
Ketika mendirikan usaha ayam potong tentu saja didalamnya harus memperhatikan bibit unggulan yang akan dikembangkan, karena inilah inti produk yang dipasarkan.
4. Melakukan Vaksinasi Rutin
Jangan lupa ketika ingin membuka dan bergabung dalam usaha ayam potong, maka harus siap untuk melakukan vaksinasi rutin.
5. Memastikan Kualitas Makanan
Dalam melakoni usaha ayam potong hal yang harus diperhatikan lainnya adalah memastikan kualitas makanan yang diberikan. Jangan sampai memberikan jenis makanan yang sembarangan dan tidak teruji klinis karena akan membahayakan perkembangan ayam.
6. Memilih Jenis Ayam yang Paling Banyak Dikonsumsi
Agar bisnis ayam potong yang dilakoni bisa semakin berkembang maka tentu saja hal yang harus diperhatikan adalah memberikan kebutuhan konsumen.
Pastikan untuk mengembangkan jenis ayam yang paling banyak dikonsumsi dan dibutuhkan oleh masyarakat. Bagaimanapun pengembangan dan budidaya ayam ini kan nantinya akan dipasarkan kembali, jika tidak sesuai kebutuhan publik maka penjualannya bisa rendah.
7. Melakukan Perawatan Ayam dengan Sebaik-baiknya
Nah namanya berbisnis makhluk hidup maka tentu saja perawatannya harus dilakukan dengan sebaik-baiknya agar meminimalisir kematian.
Jangan sampai persoalan kandang yang tidak bersih, kebutuhan air minum, vaksin dan juga kebersihan ayam luput di mata pebisnis. Pastikan untuk membuat ayam yang diternakan sebelum pemotongan ini selalu dalam keadaan sehat dan berkualitas.
8. Memahami Kebutuhan Pasar
Selanjutnya hal yang harus diperhatikan lainnya dari memulai atau melakukan bisnis ayam ini adalah memahami kebutuhan pasar yang ada. Misalnya saja dengan mengetahui jenis ayam yang paling banyak diinginkan konsumen,
9. Memahami Harga Pasar
Ketika melakoni usaha ayam potong maka memahami harga pasar merupakan salah satu hal yang wajib diperhatikan selain point-point diatas.
10. Siap Berinovasi
Sebagai seorang usahawan ayam potong maka tentu saja hal yang harus diperhatikan untuk mengembangkan bisnisnya adalah dengan senantiasa berinovasi. Jangan sampai hanya berhenti pada pengelolaan jenis itu saja dan enggan untuk melakukan gerakan lain yang lebih baik lagi.9. Memahami Harga Pasar
Ketika melakoni usaha ayam potong maka memahami harga pasar merupakan salah satu hal yang wajib diperhatikan selain point-point diatas.

Bagikan Berita Ini

Komentar

DESA WANTILAN